
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pertandingan Big Match Liga Inggris antara Liverpool vs Menchester United mendapat perhatian khusus diberbagai kota di belahan dunia, tak terkecuali Medan. Banyak tempat menggelar acara nonton bareng menggunakan layar berukuran besar agar dapat merasakan bersama suasana haru, dan menegangkan diantara dua kubu dari fans masing-masing klub.
Melihat animo yang sangat besar diantara dua kubu di Kota Medan, Gudang Garam mewadahi agar kedua penggemarnya dapat berkumpul dan duduk bareng, sekaligus jadi saksi pertandingan penuh gengsi ini. Namun tidak sampai disitu saja, konsep acara lebih menarik dengan menghadirkan band papan atas Indonesia, PAS Band, di Istana Maimun, Medan, Sabtu (15/10) sore ini.
Marketing Gudang Garam Medan, Fransius mengatakan band yangberanggotakan Yukie (vokal), Bambang Sutrisno (bass), Bengbeng (gitar) dan Sandy (drum) akan tampil membawkan lagu-lagu terbaiknya dari album-album yang telah dirilis, disela-sela sepanjang acara Nonton Bareng (Nobar) berlangsung.
“Buat temen-temen yang mau gabung diacara Nonton Bareng Liverpool vs MU, langsung aja datang ke Maimun. PAS band sudah positif hadir untuk menghibur pengunjung selama kurang lebih satu jam,”ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telpon.
Selain itu, akan ada banyak kuis dan door prize dengan hadiah-hadiah menarik yang akan dibagikan kepada pengunjung Nobar tersebut. Rencananya acara ini berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga selesai.
Nobar Bareng PAS Band di Medan
Label: Jadwal Konser, PAS BAND
BengBeng PAS BAND | D'liquid Café Hotel Clarion | Guitar For Fun | 7 Juli 2011
Label: Clinic Music, PAS BAND
Bengbeng Pas Band Bikin Album Bareng Pengamen

INILAH.COM, Bandung - Bengbeng Pas Band akan menggandeng dua penyanyi baru dalam proyek barunya. Tetapi pria kelahiran Bandung tersebut belum dapat memastikan kapan albumnya akan dirilis.
"Saat ini banyak proyek musik yang sedang saya buat, mulai dari pembuatan album solo, Air band yang duet bersama Sinta, serta membuat duet dengan dua penyanyi baru," kata gitaris Pas Band ini kepada wartawan di Ciwalk, Jalan Cihampelas Kota Bandung, Minggu (15/8/2011).
Uniknya album duet terbaru yang akan dirilis tersebut melibatkan dua penyanyi laki-laki yang berprofesi sebagai pengamen jalanan dan penjaga toko.
"Saya membuat album duet tersebut, karena salut dengan mereka. Seperti pengamen mengakui kerjaannya, bicara tidak merasa rendah diri," tuturnya.
Menurut Bengbeng vokalis tidak hanya butuh pandai menyanyi, tetapi memiliki aura untuk jujur dan percaya diri. "Saat ini baru tahap godok materi, kemungkinan setelah selesai album Pas Band terbaru dan Air Band," imbuhnya.
Album Pas Band, kata Bengbeng, harusnya selesai tahun kemarin. Namun karena kesibukan masing-masing, penyelesaian album tersebut molor.
"Tahun kemarin target selesai 10-10-2010, ternyata tidak selesai, sekarang sudah tidak mau target lagi. Karena sibuk dengan aktivitas masing-masing dalam satu tahun kita hanya 3 kali latihan bareng," tambahnya. [gin]
Label: PAS BAND
Pas Band dan Lagu Sepakbola
Jember (beritajatim.com) - Jika ingin menunjuk kelompok musik yang mempelopori penciptaan lagu tentang sepakbola, tunjuklah Pas Band. Band asal Bandung itu pernah membikin lagu tentang kesebelasan Persib.
Kelompok rock yang digawangi Yuki (vokal), Bambang (gitar), Trisno (bas), dan Sandi (drum) ini pernah menciptakan lagu berjudul Aing Pendukung Persib. Tembang ini ada dalam album keenam mereka, Pas 2.0, yang dirilis tahun 2002.
"Kita bikin lagu itu untuk menyemangati klub lokal kita," kata Sandi.
"Mungkin ini sumbangsih kita sebagai seniman ke klub atau teritori kita tinggal. Kita tinggal di Bandung, otomatis kita mendukung klub lokal di sana (Persib). Dan kita senangdengan yang namanya sepakbola," tambah Trisno.
Pas Band berharap, kemunculan lagu tersebut akan memotivasi band-band lain untuk menciptakan lagu tentang klub sepakbola di daerah masing-masing. Lirik lagu Aing Pendukung Persib pun jauh dari rasisme dan murni berisi dukungan untuk kesebelasan berjuluk Maung Bandung itu.
Belakangan sejumlah band mulai membawakan lagu bertema sepakbola, namun lebih kepada tim nasional. Yang paling populer adalah Netral dengan 'Garuda di Dadaku'. Apakah Pas Band kembali berniat membawakan lagu bertema sepakbola nasional dalam album ke sepuluh nanti?
Sandi belum bisa memastikan. "Kita tidak mau melakukan pengulangan. Kita belum bikin lirik untuk album ke-10. Tergantung mood-nya saja," katanya.
Trisno mengaku tertarik membikin lagu tentang sepakbola. Namun ia juga belum bisa memastikan. Ia sebenarnya pernah berencana membuat lagu bertema sepakbola nasional, dan bukan klub daerah.
"Cuma kita tahu diri. Sebelum kita bicara besar, saya senang bicara proses kecil, local scene bola Jawa Barat. Yang paling penting bukan ngomongin lokal atau nasional, tapi spirit kebersamaan," kata Trisno.
Sandi menegaskan, "Namanya bola gak harus bikin orang jadi pecah." [wir]
Label: PAS BAND

